BUDAYA MENGANTRI
Dalam kehidupan sehari – hari kita selalu menemui yang namanya mengantri, entah dalam hal pekerjaan maupun dalam hal rumah tangga. Dalam kegiatan belajar mengajar hal tersebut juga sering di temui.
Tanpa kita sadari mengantri sudah menjadi budaya yang tidak lepas dari kehidupan kita. Mengantri membantu kehidupan kita menjadi teratur dan nyaman. Bayangkan saja bila di dunia ini tidak dikenal mengantri, pasti kehidupan pun tidak akan teratur dan tidak nyaman.
Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari mengantri, contohnya dalam mengantri di lampu merah dan mengantri masuk ke dalam kereta.
Tapi bila kita lihat dalam kehidupan nyata sekarang ini budaya mengantri sudah mulai di tinggalkan dan tidak di pedulikan oleh masyarakat sekaramg ini. Sering kita lihat di lampu merah banyak motor dan mobil yang berlomba – lomba ingin segera melewati lampu merah tersebut, malah kadang ada kendaraan bermotor yang tidak sabar dan menerobos lampu merah tersebut. Lalu bila kita lihat dalam penagntrian pembagian zakat, budaya mengantri sudah seperti di lupakan, bahkan ada beberapa yang mati karena di injak – injak karena tidak diindahkannya budaya mengantri.
Bagaimana manusia bisa kalah kebudayaannya dengan semut yang selalu mengantri, padahal bila di pelajari manusia mempunyai otak yang lebih pintar daripada semut, mungkin semakin pintarnya manusia tersebut maka tidak ada lagi yang ingin mengantri dan ingin menang sendiri. Padahal hal – hal yang merugikan dan tidak nyaman sering di sebabkan oleh orang – orang yang tidak mau mengantri.
Sebenarnya bila kita mengantri maka banyak hal – hal positif yang bisa di ambil, contohnya berkurangnya kemacetan yang terjadi di jakarta, tidak adanya korban jiwa pada saat mengambil zakat, dan berkurangnya korban meninggal di jalan – jalan kota.
Tanpa kita sadari mengantri sudah menjadi budaya yang tidak lepas dari kehidupan kita. Mengantri membantu kehidupan kita menjadi teratur dan nyaman. Bayangkan saja bila di dunia ini tidak dikenal mengantri, pasti kehidupan pun tidak akan teratur dan tidak nyaman.
Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari mengantri, contohnya dalam mengantri di lampu merah dan mengantri masuk ke dalam kereta.
Tapi bila kita lihat dalam kehidupan nyata sekarang ini budaya mengantri sudah mulai di tinggalkan dan tidak di pedulikan oleh masyarakat sekaramg ini. Sering kita lihat di lampu merah banyak motor dan mobil yang berlomba – lomba ingin segera melewati lampu merah tersebut, malah kadang ada kendaraan bermotor yang tidak sabar dan menerobos lampu merah tersebut. Lalu bila kita lihat dalam penagntrian pembagian zakat, budaya mengantri sudah seperti di lupakan, bahkan ada beberapa yang mati karena di injak – injak karena tidak diindahkannya budaya mengantri.
Bagaimana manusia bisa kalah kebudayaannya dengan semut yang selalu mengantri, padahal bila di pelajari manusia mempunyai otak yang lebih pintar daripada semut, mungkin semakin pintarnya manusia tersebut maka tidak ada lagi yang ingin mengantri dan ingin menang sendiri. Padahal hal – hal yang merugikan dan tidak nyaman sering di sebabkan oleh orang – orang yang tidak mau mengantri.
Sebenarnya bila kita mengantri maka banyak hal – hal positif yang bisa di ambil, contohnya berkurangnya kemacetan yang terjadi di jakarta, tidak adanya korban jiwa pada saat mengambil zakat, dan berkurangnya korban meninggal di jalan – jalan kota.


0 komentar:
Post a Comment